Pembuatan Pupuk Organik

Posted by Muhammad Syahrir On Jumat, 29 Maret 2013 0 komentar


PETUNJUK PRAKTIS
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
Oleh : Ir. H. Muhammad Syahrir, MP

PENDAHULUAN
Keberhasilan pembangunan pertanian tidak terlepas dari peranan pupuk khususnya pupuk kimia dalam peningkatran mutu intensifikasi.  Namun harus diakui bahwa kecenderungan ketergantungan terhadap puypuk kimia yang berlebihan berakibat pada rusaknya struktur maupun sifat lahan pertanian.  Dengan semakin banyaknya dampak negatif terhadap lingkungan dari penerapan teknologi intensifikasi yang mengandalakan bahan kimia, maka pertanian organik perlu di masyarakatkan.
Oleh karena itu pupuk organik yang ramah lingkungan merupakan salah satu program yang perlu dikembangkan, dan ternyata petani lebih menyukai penggunaan pupuk organik dengan bahan bakunya kotoran.  Dengan mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik, maka diperoleh nilai tambah dan manfaatnya semakin tinggi karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman dan lebih ramah lingkungan.
Pada saat penggunaan pupuk organik menjadi suatu gerakan  secara menyeluruh maka pupuk organik yang semula hanya kompos ataupun pupuk kandang dengan produksi dan pemakaian lokal.  Untuk mendapatkan produksi yang lebih komplit dan berkualitas maka perlu adanya petunjuk pembuatan dengan menggunakan berbagai macam mikroorganisme- starter.
Beberapa teknik pembuatan pupuk organik sebagai berikut :
I.           PUPUK KOMPOS
Pengomposan merupakan proses penguraian senyawa yang terkandung dalam sisa-sisa bahan organik (seperti jerami, daun-daunan, sampah rumah tangga dsb) dengan perlakuan khusus. 
Bahan-bahan :
a.   Sampah rumah tangga yang mudah lapuk dan tak berbau 900 kg
b.  Kotoran Ternak 300 kg (atau pupuk urea)
c.   Kapur Tohor 10 kg 
d.  Air  secukupnya.
Cara Membuat :
-         Buat lobang dalam tanah ukuran penjang 2 m, lebar 1 m dan dalam 40 Cm
-         Sediakan 11 lubang dan yang di isi hanya 10 lubang.
-         Lubang kosong digunakan untuk memindahkan bahan ketika pembalikan
-         Sampah dirajang pendek-pendek (5-10 cm).
-         Masukkan sampah kedalam lobang setebal 30 cm
-         Percikkan air agar suasana lembap
-         Taburkan kotoran ternak secara merata dengan ketebalan 3 cm
-         Taburkan kapur tohor setebal 1 cm diatas permukaan.
-         Pasang cerobong bambu tegak lurus diantara behan tersebut
-         Taburkasn lagi bahan seperti diatas sampai ketinggian 1,5 m.
-         Tutup semua sisinya dengan plastik
-         Pemalikan dilakukan setiap minggu dan selalu diperciki air setiap pembalikan.
-         Bahan kompos disimpan selama satu bulan
-         Kompos yang sudah jadi bisanya menyusut sampai sepertiga dari awal, tidak berbau dan bahan-bahan tidak dapat dibedakan lagi, biasanya berbentuk butiran kecil seperti tanah berwarna kecoklatan.





II.          PUPUK ORGANIK PADAT + EM4
Bahan :
a.   Kotoran Ternak 100 kg
b.  Jerami Padi 100 kg
c.   Dedak  50 kg
d.  Serbuk Gergaji  20 kg
e.   Abu Sekam  10 kg
f.    Larutan Bioaktif (EM4) + molases 10 cc (gula encer)
Cara Kerja :
-         Jerami dipotong-potong ( gunakan APPO bila ada)
-         Siapkan behan sesuai kebutuhan
-         Buat larutan bioaktive
-         Siram permukaan lantai fermentasi dengan larutan Bioaktive (EM4)
-         Susun bahan dengan urutan komposisi
-         Kotoran Ternak
-         Jerami (siram dengan larutan)
-         Kotoran Ternak
-         Dedak (siram dengan larutan)
-         Kotoran Ternak
-         Serbuk gergaji  (siram dengan larutan)
-         Kotoran ternak
-         Abu sekam (siram dengan larutan)
-         Tutup terpal
-         Simpan selama 2 minggu
-         Keringkan
III.        PUPUK ORGANIK PADAT + PROMI
Bahan
-         Jerami, seresah, rumput-rumputan
-         Kotoran ternak
-         Air
-         Promi
Cara Kerja
-         Siapkann air kedalam ember sebanyak 300 liter untuk 1 ton bahan
-         Larutkan promi kedalam bak dengan dosis 0,5 kg
-         Masukkan jerami/bahan kedalam cetakan bambu lapis demi lapis lalu dipadatkan dengan diinjak-injak (setiap lapis 15 cm)
-         Siramkan larutan PROMI pada setiap lapis secara merata sampai lapisan terakhir
-         Buka cetakan setelah bahan penuh kemudian tutup rapat dengan terpal
-         Ikat penutup terpal dengan tali dan beri pemberat pada lapisan atas.
-         Biarkan dan amati selama 2 -4 minggu
IV.        PUPUK ORGANIK CAIR
Bahan :
-         Telur Ayam      2 butir
-         Garam 10 gram
-         Gula Pasir        10 gram
-         Air Kelapa        1 liter
-         Vetsin 1 saset kecil
-         Madu       10 cc
Cara Kerja
-         Kocok telur dengan mikser sampai merata
-         Timbang garam, gula pasir, vetsin, madu dan air kelapa
-         Aduk sampai merata
-         Masukkan kedalam botol
-         Penggunaan dengan menyemprot pada daun pada pagi jam 8.00 – 10.00 dan sore jam 15.00 – 17.00 dengan dosis 250 cc/tangki
-         Penyemprotan diulang setiap 3 minggu.
V.          PUPUK BOKASI
Bahan :
A.  Komposisi I
-         Kotoran Ternak        830 kg
-         Serbuk gergaji  50 kg
-         Abu sekam               100 kg
-         Kalsit/kaptan  20 kg
-         Stardec            2,5 kg     
B.  Komposisi II
-         Kotoran ternak 700 kg
-         Jerami             100 kg
-         Abu sekam               100 kg
-         Serbuk gergaji  100 kg
-         Kaptan             20 kg
-         Stardec.starbio 2 kg
Cara Kerja
-         Siapkan bahan sesuai kebutuhan
-         Tumpuk bahan sesuai urutan, kotoran ternak-jerami yang telah dipotong-abusekam-serbuk gergaji-kaptan (ketebalan 30 cm) dan taburi starbio atau stardec.
-         Lakukan sampai bahan habis
-         Dapat langsung ditutup dengan karung atau plastik, atau dapat juga diaduk.           

0 komentar:

Poskan Komentar